©padepokan lemah putih 2008

Agus Mbendhol

Deddy Satya Amijaya

Fitri Setyaningsih

Retno Sayekti lawu

Galih Naga Seno

Joko Winarko

Eno Sulistyorini

Sahita

Bengkel Perkusi Javajine

NI KAdek Yuliani

| Waluyo, Skar |

Wahyu Inong

Caraka Turah

Bobby AS

Danang

Djarot Budi Darsono

 

Waluyo Sastro Sukarno, akrab dipangil Waluyo lahir di Blora,1962. Sejak di sekolah dasar sudah tertarik dan giat berlatih dalam beberapa macam seni suara seperti menyanyi, ‘nembang’, maupun adzan. Menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Karawitan pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) tahun 1986, dan sejak tahun 1987 menjadi staf pengajar di Jurusan Karawitan pada ASKI waktu itu, sekarang Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta.
Sebagai musisi, ia sering mengikuti beberapa festival seni baik nasional maupun internasional seperti : Kerja sama Indonesia Perancis dalam “Pengembaraan Gilgamesh” yang dikomandani Rahayu Supanggah di Pusat Kebudayaan Perancis di Indonesia 1988, First Asean Dance Festival di Jakarta 1990, Pekan Kebudayaan Indonesia Amerika (KIAS) di Amerika dan Canada 1991, Next Wave Festival di New York Amerika 1993, Gelar Rawit di Taman Ismail Marzuki 1993, Cultur Global Festival di Osaka Jepang 1994, Festival of Asean Performing Arts di Singapura 1995, International Festival on Contemporary Music and Dance (Arts Summit Indonesia) di Jakarta 1995. Contemporary Dance Festival di Padang Panjang 1995, Festival Gamelan Internasional di Yogyakarta 1995, Hongkong Arts Festival 1996, Festival Seni Surabaya 1996, Sharq Taronalari International Music Festival di Samarkand Uzbekistan 1997, Pacific Music Festival di Sapporo Jepang 1999, Pekan Komponis Indonesia X, Dewan Kesenian Jakarta di Bandung 2000, Indonesian Dance Festival di Taman Ismail Marzuki Jakarta 2001.
Sebagai komponis, sejak tahun 1996 telah menelorkan sebanyak 40 karya musik yang terdiri dari 10 buah komposisi baru karawitan, 27 buah untuk musik tari, 2 buah untuk musik wayang kulit, dan 1 buah untuk ilustrasi musik ceritera anak-anak di Paris Perancis dengan judul “Nakiwin le Jardinier Bien Heurex”. Bekerja sama dengan beberapa koreografer seperti : Sardono W. Kusumo dalam “Opera Diponegoro”, Suprapto Suryodarmo dalam “Umbul Donga Kembang Srengenge”, Dedy Lutan dan Elly Lutan dalam “Wisik”, A. Tasman dalam “Bedhoyo Temanten”, Rosini dalam “Bedhoyo Bangun Tulak”, Sunarno Purwolelono dalam “Laras Langen Bedhoyo”, S. Pamardi dalam “Kidung Eluh”, F. Hari Mulyatno dalam “Ya Huu A”, dan lainnya.