Sekilas tentang Padepokan Lemah Putih
Terletak di desa Plesungan, bagian utara kota Solo, Padepokan Lemah Putih adalah sebuah institusi yang bergerak di semua bidang kesenian. Padepokan Lemah Putih merupakan tempat di mana masyarakat dan seniman bisa menambah wawasan tentang karya-karya seni pertunjukan dan seni rupa termasuk seni media baru dan performance art, tradisional maupun kontemporer dari seniman lokal, Indonesia serta manca Negara.
Areal dan fasilitas kelengkapan Padepokan Lemah Putih dirancang dengan menyesuaikan pada lingkungan pedesaan sekitarnya dan menyediakan kemungkinan untuk mengembangkan karya seni di alam terbuka.
Padepokan Lemah Putih juga menawarkan sebuah acuan pada seni kontemporer di mana lingkungan alam dan sosial, termasuk latar belakang sejarah adalah hal-hal pokok dalam penciptaan karya seni.
Melalui beberapa programnya seperti, festival, performance art event, pameran, penayangan video, workshop, laboratorium kerja, dan proyek interdisiplinari, Padepokan Lemah Putih berusaha mendukung kesenian sekaligus membuka pertukaran pendapat tentang kesenian dan kebudayaan secara luas.
Padepokan Lemah Putih juga menawarkan kesempatan kepada seniman-seniman local kota Solo, Indonesia danmanca Negara untuk melakukan pertukaran dan berbagi pengalaman melalui proses penciptaak karya, proyek-proyek konseptual, memberi dan ikut serta berpartispasi dalam workshop dan kegiatan-kegiatan lainnya.

TUJUAN
Tujuan Padepokan Lemah Putih adalah untuk:
Terlibat secara aktif dan kritis dalam gagasan dan proses kreatif kontemporer dengan fokus lokal, nasional dan internasional.
Mendukung karya-karya eksperimental, inovatif dan berkwalitas tinggi.
Mendukung seniman-seniman dari berbagai taraf karier dan bentuk karyanya melalui penyedian tempat berkarya
Mendukung pengadaan pendidikan di luar lingkungan sekolah atau non akademik melalui pengadaan workshop dan pelatihan
Menghargai perkembangan kesenian dan kaitannya terhadap kebudayaan, lingkungan hidup dan kemanusiaan.

SEJARAH SINGKAT
Padepokan Lemah Putih didirikan pada tahun 1986 oleh Suprapto Suryodarmo. Di mulai dengan program-program pelatihan dan workshop Joged Amertanya, Padepokan Lemah Putih berkembang menjadi sebuah tempat terbuka untuk program-program kesenian lainnya.
Sejak 15 tahun terakhir, Padepokan Lemah Putih telah mengadakan dan secara organisatoris terlibat dalam berbagai kegiatan-kegiatan seperti festival-festival, pasamuan, Sharing Time, dan seminar-seminar.
Sejak tahun 2007, Padepokan Lemah Putih melanjutan kegiatan-kegiatan yang sudah berlangsung secara aktif dan membuka institusinya sebagai tempat untuk penelitian, kolaborasi, workshop, pelatihan, pameran dan pertunjukan.


Filsafat Dasar
Padepokan Lemah Putih didirikan untuk mendukung semua bentuk karya seni dan proses kreatif penciptaanya yang mempertimbangkan hybriditas konsep-konsep kemanusiaan dan keragaman budaya.
Padepokan Lemah Putih merupakan sebuah wadah yang memberikan tempat untuk sebuah peleburan dan pertukaran, dan merupakan sebuah jembatan yang menghubungan masyarakat dari berbagai bidangnya yang berniat untuk mewujudkan gagasan-gagasan berkesenian serta merefleksikan keberadaannya dalam masyarakat luas.
Padepokan Lemah Putih bertujuan untuk melanjutkan kegiatan-kegiatannya dengan sarana yang paling mendasar dan sederhana namun tetap memberi manfaat dan hasil yang memuaskan.

 

PROGRAMS

Program tetap :

1. Lir-Ilir 2. Macaning 3. Studi Klub Tari 4. Temu Mata 5 Performance Art Laboratory Project 6. „undisclosed territory“, performance art event

Kegiatan lainnya :

Workshops, Festivals Pasar Seni Kumandang, Grebeg Lawu, Festival Panji, e.t.c



Padepokan Lemah Putih disahkan oleh:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah
Kantor Kabupaten Karanganyar
Nomor: 1516/1.03.13/j-93

Padepokan Lemah Putih Team

Director of Padepokan Lemah Putih
Suprapto Suryodarmo

Director of Arts and Cultural Programs:
Melati Suryodarmo

Staffs:

Sekretaris: Diah Welma Mayahati
Bendahara: Yuliati
Humas: YE Marstayanto


Event Organizers (independent):
Music Projects: Galih Nagaseno
Lir-ilir & Macaning: Retno Sayekti Lawu
Studi Klub Tari (Bincang Tari) Lemah Putih: Titus and Guntur
undisclosed territory & PALA Project: Melati Suryodarmo
Temu Mata: YE Marstayanto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

©padepokan lemah putih 2006
ENGLISH BAHASA